Postingan

Belajar bersama Bengkel Diri

Gambar
Selama dua puluh kali pertemuan, kami bersama-sama menimba ilmu di kelas Bengkel Diri. Ditemani narasumber-narasumber yang mumpuni di bidangnya. Ada ustadzah Meti untuk kajian Fiqih Keluarga. Membahas tentang Khitbah dan Pernikahan, Aktivitas Pemberdayaan Wanita, Nasab dan Perwalian, serta materi fiqih lainnya. Ada Klinik Psikologi, ditemani oleh Ummi Rosa. Mengenal dan Membangkitkan Inner Child, Menyembuhkan Inner Child, Say No To Depresi. Kita diajarkan untuk mengenal Inner Child, lalu berusaha untuk bersahabat dengannya. Lalu ada Ummu Balqis, kepala sekolah sekaligus juga narasumber untuk kajian Sekolah Ibu. Kita diajak untuk belajar dan memahami tentang Mendidik Anak Ala Rasulullah, Merawat Fitrah Belajar Anak, Membedah Kurikulum Keluarga, dan lainnya. Mendidik anak, perlu dipersiapkan dan direncanakan dengang matang. Anak tidak asal tumbuh begitu saja. Ada hal-hal yang perlu dirancang, supaya tumbuh dan berkembangnya anak-anak sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadits. Lurus...

BERWIRAUSAHA SOSIAL, MENGASAH EMPATI DAN MENTAL PENGUSAHA

Gambar
Memiliki kemampuan menjalankan wirausaha sosial (sociopreneur), menjadi kebutuhan bagi anak-anak di masa depan. Ketrampilan ini mengasah dua hal sekaligus, yakni empati dan mental berwirausaha. Sociopreneur , tidak hanya menekankan pada titik menjalankan usaha atau bisnis secara optimal. Namun, sisi sosialnya pun memiliki peran besar. Seorang sociopreneur , harus berpikir dampak terhadap masyarakat dan lingkungan. Berwirausaha sosial berarti tidak memikirkan usaha untuk diri sendiri. Ada masyarakat dan lingkungan yang mesti diperhatikan oleh seorang wirausaha sosial. Sociopreneur atau social-entrepreneur merupakan kegiatan berwirausaha berbasis bisnis namun dengan misi utamanya menciptakan social-impact yaitu meningkatkan harkat dan taraf hidup masyarakat kelas menengah ke bawah. Masyarakat kelas menengah bawah yang dimaksud oleh definisi tersebut biasanya telah ditentukan secara spesifik karakteristik atau populasinya. Definisi ini menggambarkan bahwa sociopreneur merupakan...

MEMAHAMI KEMBALI MAKNA PENDIDIKAN

Gambar
Enam tahun yang lalu, kami memahami bahwa ketika anak-anak sudah direncanakan jenjang sekolah formalnya, dipilihkan lembaga yang terbaik, maka amanlah pendidikannya. Saat mereka seragam dengan anak tetangga kanan kiri, legalah kami. Ketika kami bisa menjawab pertanyaan terkait lembaga pendidikan yang cukup keren tempat anak-anak belajar, ada rasa tenang di hati. Namun kemudian, kami mencoba membuka mata lebih lebar. Mengulik lebih dalam apa yang dirasakan anak. Ternyata, ada ketidaknyamanan di sana. Rasa bersalah pun mulai bergelayut dalam hati kami, dan kami sepakat untuk belajar lagi. Memaknai kembali arti pendidikan. Ngobrol bareng hari Senin (10/12/2018) di WAG School for Homeschool Facilitators, semakin melengkapi proses kami memahami kembali pendidikan. Dimulai dari obrolan seputar Home Based Education . Para anggota grup pun mengungkapkan ide-idenya, diantaranya sebagai berikut : Dewi : Kalo ini pemaknaan yang kami tarik sendiri ya, bu. Kenapa saya dan ⁨Pak N...

BERKATA BENAR ATAU DIAM

Bertutur baiklah kepada manusia. Sebuah kalimat pengingat supaya senantiasa menjaga perkataan yang muncul. Selalu siap dengan perkataan yang benar dan baik. Jika tidak ada hal baik yang bisa dikatakan, maka lebih baik diam saja. Apalagi saat perkataan itu mengalir di depan anak-anak. Orang tua harus mempersiapkan segala perkataan yang baik dan benar karena anak-anak adalah peniru ulung. Orang tua merupakan panutan pertama dan utama yang ditemui oleh anak-anak. Jika orang tua menghadirkan komunikasi yang kurang baik, maka hal tersebut akan diserap dan dicontoh oleh anak-anak. Apalagi jika anak-anak dalam tahapan usia dini, mereka merekam semua yang dikatakan orang tua tanpa kecuali. Di sini, orang tua sangat perlu menata komunikasi dan perkataan yang dihadirkan untuk anak-anak. Kata-kata yang orang tua ucapkan kepada anak membawa pengaruh besar bagi hidupnya. Tiap kata atau kalimat yang orang tua sampaikan akan sekaligus membawa pesan tersirat tentang diri anak, berhubungan dengan...

Mengolah Sisa Konsumsi Organik Rumah Tangga

Gambar
Pekan lima Kelas Hijrah Nol Sampah IP Jakarta. Masih terkait dengan  materi sebelumnya mengenai daur ulang. Pekan empat membahas daur ulang untuk sisa konsumsi anorganik. Pekan ini membahas tentang sisa konsumsi organik dalam rumah tangga. Sisa konsumsi organik, selama ini kami masukkan ke lubang biopori yang ada di halaman rumah. Beberapa waktu kami sudah melakukannya. Namun, ketika lubang biopori penuh, kami kadang masih membuang sisa konsumsi ke tong sampah. Jadi, sampah di tong kami, isinya terkadang agak banyak. Selain sisa konsumsi organik, dulu kami pun membuang sisa konsumsi anorganik ke tong sampah yang akan diangkut tukang kebersihan. Setelah mengikuti Kelas Intensif Hijrah Nol Sampah, pola perlakuan kami terhadap sisa konsumsi menjadi berbeda. Sisa konsumsi anorganik seperti plastik, botol dan sejenisnya, kami cuci bersih lalu dikeringkan. Setelah kering, bisa kami gunakan kembali atau dibuat hasil karya lain yang bermanfaat. Salah satu lubang biopori di ...

Belajar Daur Ulang

Gambar
Materi ke empat kelas Hijrah Nol Sampah membahas tentang Daur Ulang atau Recycle . Proses daur ulang ini dilakukan ketika barang-barang yang masuk ke rumah, masih banyak menghasilkan plastik dan lain sebagainya. Daur ulang bisa dilakukan dengan cara repair dan upcycle . Repair yaitu memperbaiki fungsi barang hingga bisa dipakai kembali. Upcycle yakni menaikkan  fungsi suatu barang sehingga barang tersebut bisa dipakai dengan fungsi yang berbeda. Simak yuuk proses belajar daur ulang di rumah kami… Dimulai dari belajar memisahkan sampah anorganik. Setelah kami cermati, ada beberapa jenis sampah anorganik. Botol kaca; botol, kantong dan wadah plastik. Ada tutup galon juga karena kami masih mengkonsumsi air minum isi ulang. Lalu kardus, kertas, styrofoam dan kain. Masih banyak jenis ternyata yang masuk ke rumah kami. Botol kaca, ini adalah hadiah dari teman ketika lebaran kemarin. Waktu itu botol berisi sirup kegemaran anak-anak. Saat ini, sirup sudah habis. Botol kac...

Perlukah Anak Berlatih Mengelola Keuangan?

Gambar
Melatih anak untuk mengelola keuangan sangatlah penting. Hal ini berpengaruh pada proses hidupnya ketika dewasa kelak. Anak yang terbiasa berlatih mengelola keuangan sejak dini, akan bisa mengatur uangnya dengan baik. Mereka bisa menata keuangannya berdasarkan latihan-latihan yang dilakukan. Mengutip karya Benjamin Graham dalam buku Intelligent Investor (Santo Vibby, 2012) dikatakan bahwa tidak ada masalah untuk mengenalkan manajemen uang pada anak. Menurut buku tersebut, ada sejumlah jenjang usia yang harus diperhatikan orang tua ketika  mengenalkan pengelolaan uang pada anak. Berikut uraian ideal mengenai usia anak dalam mengenalkan dan mengajarkan tentang uang versi Graham : 1. Usia 9 tahun Di usia ini, pembelajaran tata kelola keuangan diawali dengan pemberian uang saku mingguan. Uang itu kemudian dialokasikan dalam tiga toples yang berbeda. Toples pertama digunakan untuk konsumsi, toples kedua untuk tabungan jangka panjang dan toples ketiga digunakan untuk amal. A...