Postingan

Berkunjung ke Kantor Kecamatan Pasar Minggu

Gambar
Saya bertemu Pak Camat sore hari, Jum’at tanggal 12 April 2019 di Kantor Kecamatan Pasar Minggu. Sebelum itu saya menunggu Pak Camat selesai rapat. Saat Pak Camat sedang rapat,  saya hampir saja mau tidur. Tiba-tiba, saya dan ayah dipersilahkan pindah ke ruang rapat. Setelah Pak Camat selesai rapat, akhirnya saya bisa bertemu dengan beliau. Saya langsung ke ruangannya, memberi salam dan berkenalan. Nama lengkap Pak Camat adalah Agus Irwanto, AP.M.SI. Kemudian saya pun  bertanya kepada beliau. Menurut Bapak Agus, ada 7 kelurahan di Kecamatan Pasar Minggu yaitu, (1) Jati Padang, (2) Pasar Minggu, (3) Pejaten Barat, (4) Pejaten Timur, (5) Kebagusan, (6) Ragunan, (7) Cilandak Timur. Jumlah penduduk kurang lebih 38.000 jiwa di Kecamatan Pasar Minggu. Jam pelayanan kantor di hari Senin-Kamis adalah 07.30-16.00 wib. Kalau  di hari Jum’at, jam 07.30-16.30 wib. Pengalaman menjadi Camat ada banyak. Pengalaman yang baik, pengalaman yang nggak enak, dan pengalaman yang lain. Ju...

Bertamu ke Ketua RW 09

Gambar
Setelah dua kali tidak bertemu dengan Ketua RW 09, akhirnya hari ini, Rabu tanggal 9 April 2019 saya bertemu dengan Ketua RW 09. Saya berkunjung ke pak RW setelah sholat maghrib. Saya ke rumah pak RW tidak di Kantor RW. Setelah sampai di rumah pak RW, saya bersalaman dan berkenalan, namanya Bapak Sulaiman. Setelah bercerita pendek, saya pun langsung bertanya kepada Bapak Sulaiman. Menurut Bapak Sulaiman ada 16 RT di RW 09. Jadi Ketua RW berat, resikonya banyak, bilamana masyarakat dapat duit dia diem, bilamana ada masalah dia ngadu, itu beratnya. Jadi kalo dia dapat duit ya diem-diem aja nggak ngomong.Tapi bilamana mengganggu tetangga, anak-anak lagi ribut, dia lapor ke Pak RW, “Pak RW disini lagi ada keributan”. Nah Pak RW datengin. Pak RW datengin dan bilang, “ Jangan ribut disini, nggak boleh masih kecil, kamu pulang-pulang aja”. Nah, kalau masih kecil jangan nakal harus hormat sama semua orang. Jadi Ketua RW itu berat, itu adalah amanah untuk kepentingan pelayanan masyarakat. L...

Berkunjung ke Kantor Lurah Pejaten Timur

Gambar
Tanggal 25 Maret 2019, saya berkunjung ke Kantor Lurah Pejaten Timur. Saat saya sampai di kantor kelurahan saya masuk untuk melihat seperti apa tempatnya. Dan saya langsung keluar untuk mempertimbangkan pertanyaan ibu saya, apakah jadi lanjut atau tidak. Lalu saya pun masuk kembali dan saya mengambil nomor antrian. Saya menunggu giliran sekitar 10 menit.    Saat giliran saya, saya kaget. Ternyata kami salah ruang, ibu saya pun bertanya, “Kalau ruang Pak Lurah dimana?”. Petugas pun menjawab, “Ini ruang pelayanan, kalau ruang Pak Lurah di lantai 2 bu”. Ibu pun menjawab, “Baik, terima kasih ya”. Petugas menjawab, “Sama-sama bu”. Kami pun menuju ke lantai 2. Kami bertemu dengan salah satu pegawai bernama Ibu Tri Setiyati, beliau adalah pegawai bagian Ekonomi dan Pembangunan. Saya pun berkenalan dengan Ibu Tri. Saya pun langsung bertanya kepada beliau. Menurut Ibu Tri ada sebelas RW di Pejaten Timur dengan jumlah penduduk 67.705 jiwa. Jam pelayanan Kantor Lurah Pejaten Ti...

Berkunjung ke Ketua RT 05 Pejaten Timur

Gambar
Hari Senin, 24 Maret 2019, saya berkunjung ke rumah Ketua RT 05 Pejaten Timur. Ketika saya sampai, saya langsung bertemu dengan beliau. Saya pun berkenalan dengan pak RT. Beliau bernama Bapak Rianto. Saya pun langsung bertanya kepada beliau. Menurut Bapak Rianto, jumlah rumah di RT 05 sekitar 100 rumah dan kepala keluarga sekitar 126. Pertemuan rutin di RT 05 untuk ibu-ibu sebulan sekali setiap tanggal 5, dan untuk bapak-bapak dua bulan sekali. Rasanya menjadi ketua RT, katanya sih banyak dukanya daripada sukanya. Enaknya bisa kumpul sama warga, bisa guyon sama warga. Lalu cara memilih ketua RT 05, kita panggil warga RT 05 untuk memilih siapa calonnya. Calon yang terpilih itulah yang menjadi ketua RT 05. Selesai wawancara saya berfoto dengan bu RT dan pak RT. Inilah hasil foto dan wawancara saya dengan pak RT serta bu RT.  *Wawancara dan tulisan oleh Yoga #eksplorasisekitar #kelasonline #wawancaraRT #matabacaQuBA #baskomteam #mencariilmu ...

Belajar bersama Bengkel Diri

Gambar
Selama dua puluh kali pertemuan, kami bersama-sama menimba ilmu di kelas Bengkel Diri. Ditemani narasumber-narasumber yang mumpuni di bidangnya. Ada ustadzah Meti untuk kajian Fiqih Keluarga. Membahas tentang Khitbah dan Pernikahan, Aktivitas Pemberdayaan Wanita, Nasab dan Perwalian, serta materi fiqih lainnya. Ada Klinik Psikologi, ditemani oleh Ummi Rosa. Mengenal dan Membangkitkan Inner Child, Menyembuhkan Inner Child, Say No To Depresi. Kita diajarkan untuk mengenal Inner Child, lalu berusaha untuk bersahabat dengannya. Lalu ada Ummu Balqis, kepala sekolah sekaligus juga narasumber untuk kajian Sekolah Ibu. Kita diajak untuk belajar dan memahami tentang Mendidik Anak Ala Rasulullah, Merawat Fitrah Belajar Anak, Membedah Kurikulum Keluarga, dan lainnya. Mendidik anak, perlu dipersiapkan dan direncanakan dengang matang. Anak tidak asal tumbuh begitu saja. Ada hal-hal yang perlu dirancang, supaya tumbuh dan berkembangnya anak-anak sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadits. Lurus...

BERWIRAUSAHA SOSIAL, MENGASAH EMPATI DAN MENTAL PENGUSAHA

Gambar
Memiliki kemampuan menjalankan wirausaha sosial (sociopreneur), menjadi kebutuhan bagi anak-anak di masa depan. Ketrampilan ini mengasah dua hal sekaligus, yakni empati dan mental berwirausaha. Sociopreneur , tidak hanya menekankan pada titik menjalankan usaha atau bisnis secara optimal. Namun, sisi sosialnya pun memiliki peran besar. Seorang sociopreneur , harus berpikir dampak terhadap masyarakat dan lingkungan. Berwirausaha sosial berarti tidak memikirkan usaha untuk diri sendiri. Ada masyarakat dan lingkungan yang mesti diperhatikan oleh seorang wirausaha sosial. Sociopreneur atau social-entrepreneur merupakan kegiatan berwirausaha berbasis bisnis namun dengan misi utamanya menciptakan social-impact yaitu meningkatkan harkat dan taraf hidup masyarakat kelas menengah ke bawah. Masyarakat kelas menengah bawah yang dimaksud oleh definisi tersebut biasanya telah ditentukan secara spesifik karakteristik atau populasinya. Definisi ini menggambarkan bahwa sociopreneur merupakan...

MEMAHAMI KEMBALI MAKNA PENDIDIKAN

Gambar
Enam tahun yang lalu, kami memahami bahwa ketika anak-anak sudah direncanakan jenjang sekolah formalnya, dipilihkan lembaga yang terbaik, maka amanlah pendidikannya. Saat mereka seragam dengan anak tetangga kanan kiri, legalah kami. Ketika kami bisa menjawab pertanyaan terkait lembaga pendidikan yang cukup keren tempat anak-anak belajar, ada rasa tenang di hati. Namun kemudian, kami mencoba membuka mata lebih lebar. Mengulik lebih dalam apa yang dirasakan anak. Ternyata, ada ketidaknyamanan di sana. Rasa bersalah pun mulai bergelayut dalam hati kami, dan kami sepakat untuk belajar lagi. Memaknai kembali arti pendidikan. Ngobrol bareng hari Senin (10/12/2018) di WAG School for Homeschool Facilitators, semakin melengkapi proses kami memahami kembali pendidikan. Dimulai dari obrolan seputar Home Based Education . Para anggota grup pun mengungkapkan ide-idenya, diantaranya sebagai berikut : Dewi : Kalo ini pemaknaan yang kami tarik sendiri ya, bu. Kenapa saya dan ⁨Pak N...