Postingan

Bersahabat dengan mesin jahit

Gambar
Janome CT2480LX adalah mesin jahit yang menemani selama dua bulan ini. Mesin ini dibeli untuk mendukung belajar menjahit di Rumah Belajar Menjahit. Awalnya mencoba ikut kelas membuat tote bag dengan pinjaman mesin jahit dari mentor. Semua bahan perlengkapan pun membeli dari mentor karena sama sekali belum paham tentang urusan menjahit. Satu kelas tote bag selesai, ternyata ketagihan menjahit. Izin ke suami untuk ikut kelas tote bag kedua. Alhamdulillah berjalan lancar. Suami langsung menawarkan untuk membeli mesin jahit supaya bisa mengasah ketrampilan menjahit di rumah. Tepatnya di bulan November tahun lalu, suami membelikan mesin jahit Janome CT2480LX. Selama dua bulan menggunakan Janome ini, secara umum puas. Penggunaannya mudah bagi penjahit pemula. Janome seri ini memiliki kotak penyimpanan lumayan longgar. Alat pemasuk benang ke jarumnya otomatis. Ada pemutus benang di bagian samping. Mesin jahit ini pun dilengkapi buku manual yang cukup detil memberikan informasi sehingga b...

Tote bag

Gambar
Hari ini membuat satu tote bag dengan dua pelapis tercapai. Ini target yang dipasang setelah lima kali membuat tote bag dengan satu pelapis, hasilnya kurang sesuai dengan keinginan. Tanya-tanya ke mentor menjahit di grup Rumah Belajar Menjahit, mendapat masukan untuk menggunakan dua pelapis. Uji nyali pun dimulai, dan lumayan puas dengan hasilnya. Tote bag dengan dua pelapis ini lebih kokoh dan nyaman digunakan. Tote bag ini termasuk jenis tas yang terinspirasi dari tas belanja, biasanya berbentuk kotak, terbuka dan ada tali pegangannya dua. Tas ini bisa di jinjing atau disampirkan ke bahu. Tote bag bisa untuk membawa berbagai macam barang seperti mukena, bekal makanan, buku dan barang lainnya. Saat ini tote bag sudah diproduksi dengan berbagai macam variasi. Kain yang digunakan bermacam-macam dan ukurannya pun ada yang besar, sedang serta kecil. ODOPfor#99days #day1

"Dahar kembul"

Makan bersama adalah satu kegiatan yang sering kami lakukan dalam keluarga. Makan bersama ini biasa kami sebut dengan “dahar kembul” . Dalam Bahasa Jawa, dahar berarti makan dan kembul artinya bersama. Jadi, satu piring lengkap dengan isinya, dimakan bersama-sama; saya, suami dan anak-anak. Dan kami selalu menikmati kegiatan ini meski seringnya nasi di atas piring berteman dengan menu yang sederhana; hupe lagi, hupe lagi (baca: tahu tempe). “Dahar kembul” ini, bagi keluarga kami menjadi sarana makan yang efektif untuk anak-anak. Karena saat kita makan dengan cara ini, anak-anak langsung dengan sigap bergabung dan lahap menghabiskan makanan yang ada, tanpa alasan lagi. Mereka pun dengan suka rela menggerakkan tangannya untuk berusaha mengambil makanan. Walau terkadang ada sedikit insiden kecil yang mewarnai, seperti beradunya kepala anak-anak, karena sama-sama menunduk saat makan. Dan untuk saat ini, “dahar kembul” masih menjadi cara asyik kami untuk mengajak anak-anak ma...

Bahagia itu

Bahagia itu Saat anak-anak makan dengan lahapnya sepiring nasi sayur berdua Saat anak-anak berceloteh tiada henti mencurahkan seluruh imajinasinya Saat anak-anak bergerak kesana kemari dengan gesitnya Saat anak-anak bisa terlelap tidur dengan nyaman Bahagia itu Saat suami selalu rindu rumah dan berkumpul dengan anak istri Bahagia itu Saat istri menjadi satu bagian tim keluarga yang solid Dan Bahagia itu Saat seluruh anggota keluarga Mampu tumbuh bersama saling mendukung Berkolaborasi Menggapai barokah dunia akhirat

Bersih-bersih rumah

Gambar
Setelah kemarin seharian beraktivitas di luar rumah, hari ini kita sepakat untuk berkegiatan di rumah. Membersihkan rumah dan segala isinya. Sebelum mulai membersihkan rumah, saya dan Yoga melakukan kesepakatan, apa yang akan saya kerjakan dan apa yang akan diselesaikan oleh Yoga. Dan Yoga memilih untuk mengepel lantai. Setelah sepakat, saya pun mulai beraktivitas membersihkan rumah. Saya mencuci dan menjemur baju, mencuci perabotan rumah tangga, kemudian menyapu lantai. Setelah selesai menyapu lantai, saya pun mengingatkan Yoga tentang pilihan tugasnya mengepel. Yoga yang sedang asyik bermain dengan legonya, tidak menanggapi. Tetap asyik bermain bongkar pasang lego. Saya pun mendiamkannya. Beberapa saat berlalu, Yoga belum beranjak. Saya mengingatkan lagi akan tugasnya untuk mengepel lantai. Dan Yoga pun akhirnya beranjak mengambil pel dan cairan pembersihnya. Mulailah Yoga pel seluruh lantai rumah. Yoga melakukannya dengan senang hati, pun ketika saya cek lagi lantai yang suda...

Satu hari yang istimewa

Sabtu, 24 Oktober 2015 Hari ini adalah waktu istimewa saya, “me time” . Bukan perawatan di salon, bukan belanja ke pasar atau mall, tapi seharian saya belajar. Belajar untuk lebih “membaca” diri saya, kekuatan dan kelemahannya. Kemudian belajar untuk fokus memupuk kekuatan hingga menjadi jalan manfaat bagi banyak orang. Ya, “me time” saya seharian belajar di “Training Talents Mapping” dari pagi jam sembilan hingga jam lima sore. Satu hari yang istimewa, karena sudah lama saya menunggu kesempatan untuk bisa ikut talents mapping ini. Training ini diawali dengan mengisi tes beberapa hari sebelumnya lewat email , yang kemudian saat hari pelatihan, hasil tes kita dibagikan dan dibacakan. Dari hasil tes itu kita mengetahui dimana kekuatan kita dan di sebelah mana kelemahan kita. Jika kita mengamati kelemahan, rasanya kita masih kurang produktif dan punya banyak pekerjaan rumah yang begitu berat. Namun, ketika kemudian kita fokus pada kekuatan kita, wow! ada banyak hal yang bisa k...

Sepeda hijau Putri

Gambar
Sore ini Putri bersemangat untuk belajar naik sepeda. Sejak bangun tidur sudah bersiap-siap mengayuh pedal sepeda hijaunya. Saya pun bergegas menemaninya keluar rumah untuk belajar naik sepeda. Awal-awal belajar, sepedanya minta dipegangi dan Putri sedikit demi sedikit belajar mengayuh pedal. Sebentar–sebentar kakinya lepas dari pedal dan sepeda berhenti. Kemudian minta jalan lagi dan tetap masih dipegangi. Saya mencoba untuk menguji nyalinya dengan pelan-pelan melepas pegangan sepedanya. Ketika Putri tahu pegangannya dilepas, dia justru menghentikan sepedanya, bukan berusaha untuk mengayuh pedal sendiri. Ah! Beda paham ternyata. Maksud hati melepas sepeda pelan-pelan, supaya Putri cepat bisa belajar keseimbangan, ternyata justru Putri merasa tidak nyaman dan belum berani mengayuh sendiri sepedanya. Padahal tubuhnya sudah cukup mampu menopang dan menjaga diri sewaktu-waktu akan jatuh. Dan kakinya pun sudah cukup panjang untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Namun, Putri tetap bel...