Sebutlah namanya Ibu An. Seorang ibu berputra tiga. Semangatnya istimewa. Kemauan untuk belajar dan menimba ilmu sangat luar biasa. Berpetualang sendirian menjelajah beberapa kota di Pulau Jawa pun dilakoni dengan semangat tinggi untuk mencari ilmu. Seorang ibu berpenampilan sederhana dan penuh energi ini mengusik saya. Semangat tingginya mencuri hati saya untuk belajar kepada beliau. Singkat kata, saya pun mencoba menggali kunci-kunci diri beliau yang mampu menjaga semangat berkomunitas hingga saat ini. Ada beberapa kunci yang bisa saya catat : 1. Konsisten dan langsung praktek Ketika berkomunitas, pasti mengalami naik turun respon dari orang-orang sekitar, apalagi di waktu-waktu awal. Ketika responnya positif, mereka pun banyak berdatangan, namun sering pula tidak direspon sama sekali. Begitu juga yang dialami Ibu An. Kunci konsiten ini menjadi sangat penting. Meski yang datang hanya satu teman, bahkan sama sekali tidak ada seorang pun yang datang, kegiatan be...
Berkesempatan mengelilingi Taman Mini Indonesia Indah. Kali ini menuju Museum Dunia Serangga dan Dunia Air Tawar. Dua tempat ini satu area dengan satu tiket. Gedung Museum Dunia Serangga bersebelahan dengan gedung Dunia Air Tawar. Rute dimulai dengan masuk ke gedung Dunia Air Tawar. Pengunjung akan disambut oleh berbagai macam ikan aneka rupa. Ada ikan yang masih kecil atau memang bentuknya kecil, ada pula ikan yang sudah cukup besar bahkan tua. Ikan-ikan ini ada yang hidup di dalam akuarium, ada juga yang dibuatkan kolam berukuran sedang di dalam gedung. Berkeliling di dalam gedung ini cukup memberikan informasi tentang jenis ikan yang beraneka macam. Beberapa koleksi istimewa yang berasal dari dunia air tawar asli Indonesia antara lain Arwana / Siluk, hiu gergaji, tapah, ikan sumpit, ikan buntal yang dapat menggelembung seperti balon, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga koleksi jenis ikan tamu yang mempesona antara lain arapaima, piranha dari sungai Amazon di Ameri...
(Oleh-oleh Training for Facilitators Ibu Profesional) Mengikuti Training for Facilitators Ibu Profesional memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Suasana yang dibangun dalam kelas cukup memberi kesegaran pikiran dan hati. Setiap sesinya, peserta diajak untuk terlibat langsung dalam proses menjadi fasilitator. Tidak melulu mendengarkan mentor atau nara sumber berbicara, tetapi kelas dibuat seinteraktif mungkin. Komunikasi dua arah, duduk berpindah-pindah, badan sering diajak bergerak dan aktivitas lain yang memancing peserta untuk aktif berpartisipasi. Ini gambaran nyata yang sengaja disajikan oleh nara sumber sebagai bekal peserta untuk mengelola komunitas atau kelasnya. Ada beberapa bekal materi yang bisa dipelajari untuk menjadi seorang fasilitator : 1. Mental pemenang Mental pemenang yakni senantiasa menjaga sisi psikologis untuk selalu positif. Gangguan-gangguan pasti ada. Riak-riak di tengah perjalanan pasti muncul. Bagaimana seorang fasilitator mampu menj...
(Oleh-oleh Training for Facilitators Ibu Profesional) Setelah peserta mendapatkan beberapa materi di dalam kelas, selanjutnya adalah microteaching atau latihan belajar mengajar di dalam kelas. Latihan ini dimulai dari praktek langsung menjadi fasilitator di dalam kelas yang dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap satu kelompok diwakili oleh tiga orang. Tiga orang perwakilan ini menyiapkan diri untuk mempraktekkan materi microteaching . Satu orang bertugas sebagai pembuka kelas, satu orang sebagai pengisi materi dan satu orang lagi sebagai penutup kelas. Sesi ini sangat ramai. Setiap kelompok berusaha mempersiapkan microteaching dengan baik. Beragam cara dilakukan untuk menarik minat pendengar. Kreasi-kreasi pun dibuat supaya hasil belajar mengajar ini semakin bervariasi. Ada yang menggunakan permainan-permainan sederhana namun mampu membuat peserta antusias. Ada pula yang menggunakan cara-cara sedikit rumit. Pemateri juga bermacam-macam. Ada yang suka dengan metode do...
Komentar
Posting Komentar